Beranda / FEATURE / Menantang Maut Demi Melahirkan: Suara Bidan Desa dari Belantara Krayan

Menantang Maut Demi Melahirkan: Suara Bidan Desa dari Belantara Krayan

fakta disparitas insentif nakes di daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar), ketiadaan tabung oksigen, dan mahalnya ongkos carter penerbangan darurat yang tidak ditanggung skema jaminan kesehatan nasional.

“Jika cuaca buruk dan pesawat perintis tidak bisa mendarat, pilihan kami hanya dua: pasrah atau menyewa tandu darurat menembus jalan setapak berhari-hari menuju klinik di seberang Malaysia.” Demikian pengakuan Maria, tenaga kesehatan sukarela di dataran tinggi Krayan. Di tengah pidato pejabat tentang kemajuan perbatasan, layanan persalinan darurat masih menjadi kemewahan yang tak terjangkau bagi ibu hamil di pedalaman.

Format liputan bertutur orang pertama (first-person account) dari tenaga kesehatan lini depan. Mengangkat fakta disparitas insentif nakes di daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar), ketiadaan tabung oksigen, dan mahalnya ongkos carter penerbangan darurat yang tidak ditanggung skema jaminan kesehatan nasional.

Satu Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *